Minggu, 31 Juli 2011

Laporan Laju Reaksi

LAPORAN

PRAKTIKUM KIMIA

Hari – Tanggal : 20 Juli 2011

Nama Praktikum : Buono Aji Santoso

A. TUJUAN :

a. Membuat larutan Urea 0,5 M dengan volume larutan 100mL.

b. Untuk mengetahui teknik pembuatan larutan.

c. Untuk mengetahui cara membuat larutan jika diketahui konsentrasi tertentu dalam molaritas

B. ALAT DAN BAHAN :

- Neraca

- Sendok plastik

- Gelas kimia

- Kristal Urea

- Aquades

- Botol Larutan

C. CARA KERJA :

1. Timbang 3 gram Kristal Urea dengan neraca.

2. Masukkan Kristal Urea ke dalam gelas kimia.

3. Tambahkan aquades 50mL atau hanya sebagian.

4. Aduk sampai semua Kristal Urea larut.

5. Kemudian masukkan ke dalam botol kimia yang sudah disiapkan.

6. Tambahkan lagi aquades sampai pada batas botol yang sudah ditentukan atau pada volume yang dikehendaki (volume yang dikehendaki 100 ml)

7. Tutup botol kimia dengan penutup.

D. DASAR TEORI :

1. Pengertian Laju Reaksi

Laju menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. Laju juga menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satua waktu. Satuan waktu dapat berupa detik, menit, jam, hari atau tahun.
Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk.

A. HASIL PENGAMATAN :

Komponen Larutan

Sebelum

Sesudah

Solute: Urea

Berbentuk Zat Padat, Berbentuk Kristal, Berwarna putih

Menjadi cair, larut dalam aquades sehingga secara fisik tidak tampak.

Solvent: Aquades

Zat cair, Tidak berwarna

Tidak terjadi perubahan yang tampak jelas.

A. KESIMPULAN :

Untuk membuat larutan Urea dengan konsentrasi 5 M dan volume 100 mL, diperlukan kristal Urea sebanyak 3 gr.

Jadi :

1. Molaritas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan.

2. Normalitas adalah jumlah larutan yang mengandung ekivalen zat terlarut setiap volume larutan.

3. Molalitas didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut setiap kilogram pelarut.

4. Larutan adalah campuran homogen yang mengandung sekurang-kurangnya 2 komponen yaitu zat terlarut dan zat pelarut. Pelarut adalah zat yang umumnya berwujud cair yang jumlahnya lebih banyak, sedangkan terlarut adalah zat/komponen baik gas, cair maupun padatan yang jumlahnya lebih kecil.

5. Proses pembuatan larutan suatu zat yang berasal dari cairan pekatnya disebut pengenceran.






Read more "Laporan Laju Reaksi..."

Jumat, 15 Juli 2011

Contoh Cara Sungkem

Sungkem Dhumateng Ibu

Bu, kepareng matur kaliyan Ibu, ingkang sepindah kula ngaturaken kawilujengan, keslametan dhumateng Ibu, ingkang kaping kalih kula sungkem dumateng Ibu ngaturaken sedaya kalepatan kula lair dene batos, mugi-mugi Gusti Allah maringi pangapuntenan dhumateng kula. Saklajengipun kula nyuwun tambahan pangestu Bu, anggen kula sekolah wonten SMA Negeri 1 Klaten punika supados lancar, lan saklajengipun saget minggah kelas lan saget lulus kanthi biji ingkang sae lan saklajengipun saget dipun tampi ing Pawiyatan Luhur ingkang sae. Pungkasaning atur, mugi Ibu tansah kasalira kawilujengan, karahayon, saha keslametan saking Gusti ingkang Maha Mirah.

Sungkem Dhumateng Bapak

Pak, kepareng matur kaliyan Bapak, ingkang sepindah kula ngaturaken kawilujengan, keslametan dhumateng Bapak, ingkang kaping kalih kula sungkem dumateng Bapak ngaturaken sedaya kalepatan kula lair dene batos, mugi-mugi Gusti Allah maringi pangapuntenan dhumateng kula. Saklajengipun kula nyuwun tambahan pangestu Pak, anggen kula sekolah wonten SMA Negeri 1 Klaten punika supados lancar, lan saklajengipun saget minggah kelas lan saget lulus kanthi biji ingkang sae lan saklajengipun saget dipun tampi ing Pawiyatan Luhur ingkang sae. Pungkasaning atur, mugi Bapak tansah kasalira kawilujengan, karahayon, saha keslametan saking Gusti ingkang Maha Mirah.

Read more "Contoh Cara Sungkem..."

Contoh Paragraf Persuasi

Industri Rumah Tangga

Pada zaman modern dan serba canggih seperti yang sedang kita tapaki dewasa ini, kebutuhan akan lapangan pekerjaan dirasa semakin mendera kehidupan kita, akibat melimpahnya tenaga kerja di pasaran, yang umumnya berorientasi pada lapangan pekerjaan yang dibuka oleh pemerintah, meskipun volumenya relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan tersedianya tenaga yang ada. Namun, mereka beranggapan bahwa dengan menggantungkan peruntungannya di pemerintah, nasibnya akan terjamin, meskipun kenyataannya tidak selalu tepat benar.

Karena sedikitnya peluang untuk mengabdikan dirinya di bidang pemerintahan, sementara individu mulai mengerlingkan pada bidang usaha yang diwarnai kemandirian. Secara jeli mereka melihat peluang pasar yang memungkinkan mereka susupi untuk menawarkan produk mereka, meski tak jarang bermula dengan sambutan cibiran bibir. Tetapi mereka tabah. Lahirlah bidang usaha yang popular disebut dengan wiraswasta. Kata wiraswasta. Kata wiraswasta sebenarnya terdiri atas tiga buah kata yaitu wira yang berarti berani, swa yang berarti sendiri, dan sta adalah berdiri. Jadi, secara keseluruhan dapat diartikan berani atau keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri artinya tidak selalu menggantungkan hidupnya pada pihak lain. Dengan munculnya istilah wiraswasta, lahirlah pula istilah home industry yang dapat dijajarkan dengan industry rumah tangga.

Industri rumah tangga adalah satu bidang usaha yang bergerak tidak saja bidang jasa boga tetapi merambahi semua sektor kehidupan, seperti sektor kerajinan, transportasi, konveksi, dan lain sebagainya. Pengartiannya industri rumah tangga adalah permodalan yang relatif kecil, menyerap tenaga disional, artinya tanpa adanya teori usaha yang muluk-muluk seperti yang diikuti sebuah perusahaan pada umumnya. Pemasarannya juga bersifat lokal namun mampu mengongkosi pendidikan anak-anaknya maupun untuk keperluan sosial yang lain.

Dengan modal yang sangat terbatas dan ketrampilan yang sangat minimal pula mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan tidak saja untuk keluarganya tetapi juga untuk lingkungannya, dan inilah yang diharapkan oleh pemerintah. Ciptakan lapangan pekerjaan sendiri, kalau permodalan kurang dekatilah lembaga keuangan terdekat. Di sana disediakan sistem kredit yang mudah dan murah. Mudah, artinya untuk mendapatkannya tidak terlampau berbelit-belit. Murah, artinya system pembungaannya relatif sangat rendah bila dibandingkan dengan uang yang dilepas oleh lintah darat.

Peluangnya cukup luas. Indonesia dengan penduduk sekian juta, merupakan peluang pasar yang sangat potensial. Yang perlu diingat adalah masyarakat kita sudah mulai kritis dalam memilih suatu produk. Mereka lebih mengutamakan mutu atau kualitas. Di sinilah letak kiat merebut pasar untuk menggapai sukses. Tentu saja keuletan memegang peranan yang tidak dapat diabaikan. Tekun, ulet, tahan uji, dan penuh perhitungan, merupakan kunci pokok untuk menuju keberhasilan.

Banyak wiraswasta yang telah mencapai sukses. Banyak diantara mereka yang telah menjadi orang, artinya menjadi orang terpandang dan disegani di lingkungannya. Inilah salah satu celah yang dapat diterobos, tanpa harus hidup dengan menjadi pegawai, baik negeri maupun swasta. Mari kita coba mulai sekarang.

Read more "Contoh Paragraf Persuasi..."
 

Great Morning ©  Copyright by Buono Aji Santoso | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks